Pengertian P2P Lending Syariah, Keuntungan dan Platform Rekomendasinya

Pembiayaan tagihan atau yang disebut dengan invoice financing dalam syariah dirancang dengan menggunakan skema Al Qardh guna memberikan dana talangan serta adanya Akad Wakalah Bil Ujrah guna memperoleh keuntungan atau labanya.

Rujukan yang dijadikan dasar guna melakukan invoice financing syariah ini adalah fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 67/DSN-MUI/III/2008 mengenai Anjak Piutang Syariah. Peraturan ini tertanggal pada 6 Maret 2008.

Bagi nasabah yang sebenarnya mampu membayar tagihan pada dirinya namun tidak segera membayar maka akan bisa dikenakan sanksi. Peraturan tersebut tertanggal pada 16 September 2000.

Dasar pengenaan denda ini berpedoman pada Fatwa dari Dewan Syariah Nasional dari MUI dengan No. 17/DSN-MUI/IX/2000.

Keuntungan Investasi P2P Lending Syariah

Berbagai keuntungan bisa didapatkan jika seseorang telah bergabung dengan cara melakukan investasi P2P Lending Syariah yaitu sebagai berikut:

  • Di antaranya adalah kesesuaian dengan prinsip syariah yang sangat penting bagi orang Islam.
  • Keuntungan berupa imbal hasil juga akan didapatkan tanpa dikurangi dengan biaya apapun sehingga membuat banyak orang akan semakin puas.
  • Analisis yang dilakukan juga terbilang mampu untuk mengukur seberapa tinggi risiko.
  • Proses pendanaan yang mudah pun semakin membuat banyak orang menjadi tertarik untuk bergabung.
  • Kemudahan pengurusan yang serba online ini adalah salah satu kelebihan investasi P2P Lending syariah.
  • Kelebihan lainnya adalah dimulai dengan jumlah yang sangat kecil yakni minimal 5 juta rupiah.

Konsep Akad yang Digunakan untuk Pembiayaan Syariah

Berbagai konsep digunakan dalam berbisnis syariah, pada pembiayaan syariah ada berbagai konsep yang digunakan. Berbagai macam konsep ini sebaiknya dipelajari dengan benar agar bisa dimengerti bagaimana cara mendapatkan uang sesuai ajaran Islam.

1. Akad Al Qardh

Akad Al Qardh mewajibkan kepada orang yang menerima dana harus mengembalikannya pada waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.

Pengembalian tersebut bisa diberikan kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) atau dapat juga ke pemberi pembiayaan lainnya.

Adanya aturan ini memungkinkan seseorang bisa mendapatkan uang untuk membiayai kebutuhannya dengan kesepakatan dikembalikan uang tersebut sesuai waktu yang disepakati.

2. Akad Wakalah Bil Ujrah

Adanya akad wakalah bil ujrah ini menjadikan seseorang bisa memberikan kuasa kepada pihak lain untuk melakukan tindakan atas nama pemberi kuasa atau wakalah.

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah atas nama pemberi kuasa. Pihak yang menjalankan usaha ini akan mendapatkan imbalan berupa upah atau disebut juga dengan ujrah.

3. Akad Mudharabah Muqayyadah

Pada penerapan akad mudharabah muqayyah ini terdapat dua pihak, yakni pemilik modal dan juga pengelola.

Persentase pembagian keuntungan yang akan diperoleh dari usaha antara pihak pemilik dengan pengelola disepakati sejak awal.

Pada saat menjalankan kegiatan ekonomi ini jika terjadi kerugian maka yang menanggung adalah pihak penyetor modal.

4. Akad Musyarakah

Akad musyarakah ini mengatur bahwa dua pihak atau lebih bisa berpartisipasi dalam melakukan suatu usaha tertentu. Masing-masing pihak akan memberikan modal guna menjalankan aktivitas ekonomi bersama.

Keuntungan dan kerugian dari kerjasama yang dilakukan ini akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

5. Akad Ijarah

Penggunaan akad ijarah ini seperti halnya prinsip sewa pada perekonomian pada umumnya. Pemindahan hak guna untuk suatu barang tertentu selama waktu yang ditentukan. Pada prinsip ini tidak ada pergantian kepemilikan barang. Penyewa akan membayar sewa terhadap pemanfaatan dari apa yang ada dalam kesepakatan.

6. Akad Istishna Bil Wakalah

Pemilik modal dengan menggunakan akad istishna bil wakalah akan menggunakan pihak lain untuk membeli suatu barang yang digunakan untuk investasi.

Pihak yang dijadikan wakil dalam melakukan pembelian serta pemilik modal akan mendapatkan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan awal.

Contoh Perusahaan P2P Lending Syariah

Ada beberapa contoh perusahaan P2P Lending Syariah yang bisa dipelajari jenis-jenisnya. Di antara perusahaan-perusahaan ini ada yang telah terdaftar dan juga berada dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Akan tetapi tidak semua dari contoh-contoh ini telah memiliki izin resmi dari OJK.

1. Kapitalboost.com

Kapitalboost merupakan penyandang dana yang akan membantu usaha kecil dalam memenuhi kebutuhan keuangannya. Keuntungan yang nantinya diperoleh berasal dari kesepakatan jangka pendek sesuai dengan syariah.

2. Investree Syariah

Investree Syariah ini tentunya menggunakan skema yang sesuai dengan aturan Islam. Manfaat lainnya adalah tidak adanya bunga serta tidak adanya beban biaya dengan tranparansi yang baik.

3. Indves.com

Media dengan basis syariah ini menjembatani antara pihak yang ingin mendapatkan modal dengan investor. Tujuannya adalah untuk membebaskan masyarakat agar bisa terbebas dari utang riba.

4. Ammana.id

Perusahaan yang menjalankan usaha pemberi layanan pinjam meminjam ini sesuai dengan syariat agama Islam.

Salah satu kelebihannya adalah juga terdaftarnya pada OJK sehingga akan menambah rasa percaya masyarakat dalam memilihnya sebagai andalan dalam memenuhi kebutuhan keuangan.

5. Amartha.com

Prinsip yang digunakan oleh Amartha ini di antaranya adalah tanggung renteng. Sasarannya adalah pengusaha-pengusaha kecil yang sedang membutuhkan pendanaan. Transparansi di dalamnya sangat terjamin dengan baik.

Jadi, Apakah Anda ingin Berinvestasi P2P Lending Syariah?

Berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh P2P Lending syariah ini juga akan memberikan keinginan setiap orang ingin berinvestasi. Akan tetapi meskipun berbasis syariah namun rasa percaya masyarakat perlu ditingkatkan.

Amartha adalah rekomendasi P2P lending syariah terbaik. Amartha adalah platform yang menghubungkan UKM dan pemilik modal untuk bekerja sama dalam pengadaan pinjaman dan modal. Platform P2P lending ini dibuat oleh PT Amartha Mikro Fintek.

Di Amartha, UKM mendapat keuntungan berupa tambahan modal usaha dan pemodal mendapat keuntungan dari imbal hasil dari modal yang disalurkan.

Produk di Amartha sangat fleksibel dari sisi tenor dan agunan, persyaratan yang mudah dan imbal hasil yang menarik. Selain itu, TKB yang dimilikinya selalu di atas 99%. Apalagi sistem di Amartha sudah terintegrasi dengan baik, sehingga baik pengusaha dan pemilik modal sangat nyaman menyimpan uang dan menjalankan usahanya.

Bagi pemilik modal yang tertarik dengan layanan Amartha, bisa menggunakan fitur Kalkulator Finansial untuk mendapatkan proyeksi hasil atas pendanaan yang disalurkan. Jadi Anda seorang pemula, fitur ini bermanfaat untuk bisa mendapatkan estimasi keuntungan dari dana yang Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *